Penjualan Barang Elektronik Rumah Tangga Turun 15%

, Jurnalis
Minggu 06 September 2015 12:40 WIB
Penjualan barang elektronik turun (Ilustrasi: dok. Okezone)
Share :

YOGYAKARTA – Menguatnya dolar berpengaruh pada harga barang elektronik yang mengalami kenaikan, sebaliknya, permintaan pasar dirasakan turun.

Supervisor Ufo Elektronics Anjas Cipta Asmara mengatakan, kenaikan harga yang terjadi antara lima persen, tujuh persen, dan 10 persen. Kenaikan lima persen dialami barang elektronik seperti kulkas dan mesin cuci, sedangkan kenaikan tujuh persen dialami barang elektronik seperti air conditioner (AC).

Ia menjelaskan, kenaikan harga sudah terjadi sebelum nilai dolar mencapai Rp14.000. Kenaikan harga tersebut, membuat daya beli masyarakat menurun. Menurutnya,penjualan elektronik mengalami penurunan hingga 15 persen. “Penjualan AC rata-rata per bulannya 350 unit, sedangkan kulkas sampai 600 unit per bulan. Rata-rata turun 15 persen penjualannya,” ujar dia kepada Harian Jogja ketika ditemui di Ufo Elektronika, Jl Magelang, Sleman, Yogyakarta.

Penjualan kulkas, AC, dan mesin cuci, ujar dia melanjutkan, memiliki andil 45 persen hingga 60 persen dari total penjualan. Para pembeli lebih menyukai barang dengan harga Rp2 juta ke bawah. Untuk penjualan barang-barang kecil seperti magicom, setrika, vacuum cleaner, dan barang lainnya memiliki andil 10 persen hingga 15 persen.

Naik 10 Persen

Untuk alat elektronik video seperti LED TV setiap bulannya bisa menjual 700 hingga 800 unit. Namun, dengan kondisi ini penjualan turun sampai 15 persen. Dari total penjualan, ia menyebutkan LED TV memiliki share terbanyak yakni 30 persen sampai 40 persen. “Harganya pun mengalami kenaikan sampai 10 persen. Harga paling favorit antara Rp2 juta hingga Rp3 juta,” ujar dia.

Untuk menghadapi situasi saat ini, Ufo Electronics mencoba menjalankan strategi pelayanan yang lebih baik. Ada tiga tim pelayanan yang difungsikan sejak tiga bulan lalu. Meskipun strategi ini sudah direncanakan tahun-tahun sebelumnya, strategi ini bisa menjaga kepuasan pelanggan. Tim pelayanan sementara ini difungsikan untuk pelanggan yang membeli AC.

“Setelah AC dipasang, selang satu minggu, dua minggu, atau satu bulan berikutnya akan kami cek apakah ada permasalahan yang dialami,” ujar dia.

Saat ini, ia mengakui belum semua pelanggan bisa terlayani karena keterbatasan tim yang ada. Ke depan, rencananya tim pelayanan akan diperbanyak sehingga bisa mencakup produk lainnya. “Kalau pakai promo harga semurah apa pun, masih sulit mendongkrak penjualan di saat perekonomian saat ini,” ia mengungkapkan.

(Retno Wulandari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya