Seperti yang diketahui, Pemerintah Indonesia sudah menerima tawaran dari China terkait kenaikan bilateral currency swap arrangement (BCSA) dari sebelumnya USD15 miliar menjadi USD20 miliar. Penerimaan tawaran ini salah satu kesepakatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Xi Jinping di sela-sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Antalya, Turki.
"Betul, bahwa China sudah menawarkan dan kita sudah menerima kenaikan bilateral currency swap arrangement dari tadinya USD15 miliar menjadi USD20 miliar," ucap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.
Bambang menjelaskan, tambahan demand tersebut bisa digunakan seluruhnya untuk dukungan likuiditas.
"Hasil pertemuan Presiden kita dengan Presiden Xi Jinping adalah komitmen China meningkatkan investasi di sektor riil dan kemungkinan investasi di portofolio," sambungnya.
(Rizkie Fauzian)