JAKARTA - Venezuela menaikan harga bensin alias bahan bakar minyak (BBM) sebesar 6.000 persen. Hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian negara tersebut.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro memutuskan untuk menaikkan harga BBM untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir.
Alhasil, harga bensin yang awalnya USD0,01 per liter atau Rp134,6 per liter (kurs Rp13.460), naik menjadi USD0,6 per liter atau Rp8.076.
Atau dalam mata uang negara tersebut dari 0,1 boliver menjadi 6 boliver per liter, atau naik 6.000 persen dari level terendahnya.
"Ini adalah langkah yang penting, untuk itu saya mengambil putusan ini," kata Presiden Maduro dilansir dari AFP, Kamis (18/2/2016).
Venezuela merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Tapi, negara ini tampaknya harus menyerah atas pelemahan harga minyak yang terjadi sejak pertengahan 2014.
"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menstabilkan sistem sekaligus untuk memberikan fari price. Juga untuk memberikan jaminan atas investasi dalam memproduksi BBM," beber dia.
(Fakhri Rezy)