Kelebihan dan Kekurangan Sistem Kredit Balloon Payment

Agregasi Cermati.com, Jurnalis
Jum'at 15 April 2016 15:07 WIB
ilustrasi (foto: istimewa)
Share :

JAKARTA - Pernahkah Anda mendengar istilah Balloon Payment? Sistem ini kini sedang ramai dibicarakan karena keuntungan yang bisa didapatkan dari menggunakan sistem pembayaran cicilan. Seperti yang kita ketahui bahwa cicilan dari leasing kini sudah ditetapkan sebesar 20 persen dan juga dari bank sebesar 25 persen.

Dengan biaya yang cukup besar ini, beberapa orang dari kelas menengah ke bawah akan merasa keberatan untuk membayar cicilan tersebut. Oleh karena itu, terkadang mereka tidak bisa memaksakan diri mereka untuk melakukan pembelian dengan cara kredit.

Oleh karena itu, sistem pembayaran Balloon Payment ini lah yang bisa menjadi solusi bagi mereka kaum menengah ke bawah untuk bisa mengajukan kredit dengan pembayaran yang pas. Dalam artikel ini, kami akan sedikit membahas tentang sistem yang dilakukan dalam Balloon Payment tersebut, seperti dikutip dari Cermati.com.

Contoh dengan Sistem Balloon Payment

Berikut contoh penghitungan yang bisa Anda pahami dari sistem Baloon Payment tersebut. Anggaplah harga dari sebuah mobil adalah 100 persen. Lalu Anda diharuskan membayar DP 30 persen. Untuk perihal cicilan perbulannya hanya 20 persen selama beberapa tahun sesuai dengan perjanjian yang Anda lakukan dengan pihak leasing ataupun pihak Bank. Lalu kemana perginya dengan biaya mobil yang 50 persen.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya