Ketika ingin melanjutkan pelayaran pada 2011, pelayaran terpaksa dihentikan karena terjadi Tsunami di Jepang.
"Sambil menunggu perairan kondusif, kapal ekspedisi Spirit of Majapahit diperbaiki dan menghabiskan Rp2 miliar. Kapal ini dibangun di Sumenep, Madura," tuturnya di Pantai Marina, Jakarta, Rabu (11/9/2016).
Safri menambahkan, untuk selama pelayaran diperkirakan menghabiskan Rp1 miliar yang dipergunakan untuk bahan bakar, biaya makanan, biaya crew di kapal.
"Semua pendanaan dari yayasan pencinta Majapahit. Selama berlayar kita dari Kemenko Maritim hanya mengurus perizinan pelayaran semuanya," terangnya.
(Fakhri Rezy)