JAKARTA - Risiko pelemahan harga minyak masih cukup besar. Namun jika harga akan naik secara gradual jangan terkecoh, karena tetap ada risikonya.
Menurut Bank Indonesia, risiko penurunan harga minyak lebih lanjut antara lain bersumber dari kebijakan pelonggaran restriksi ekspor AS, penambahan suplai minyak dari Iran, setelah tercapainya nuclear deal. Selain itu, masih terbatasnya potensi penurunan produksi minyak negara OPEC akibat sempitnya ruang fiskal maupun faktor ketidakstabilan geopolitik.
“Namun demikian, terdapat juga risiko peningkatan harga minyak ke depan secara gradual,” demikian seperti dikutip dari laporan ekonomi Bank Indonesia.
Peningkatan tersebut berasal dari potensi penurunan suplai minyak dari AS akibat berkurangnya investasi di sektor perminyakan AS.
"Hal ini dimungkinkan meski secara total minyak dunia masih mengalami netsupply," demikian tutup laporan tersebut.
(Fakhri Rezy)