JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memberhentikan Arcandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keputusa ini diambil selang beberapa hari sejak munculnya kisruh dwi kewarganegaraan yang dimiliki Arcandra Tahar.
Namun sudah 3 minggu setelah dicopotnya Arcandra, Jokowi belum juga menunjuk Menteri ESDM yang baru. Hingga kini tugas Menteri ESDM masih dipegang oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh mengatakan, ada tiga kemungkinan yang menjadi dasar lamanya penunjukan pengganti Arcandra. Salah satunya, terlalu banyak calon yang bisa ditunjuk Jokowi sebagai menteri.
"Bisa jadi memang enggak ada pilihan (calon menteri) atau terlalu banyak pilihan (calon menteri) sehingga presiden memerlukan waktu untuk memutuskan bisa juga komplektisitasnya (jabatan Menteri ESDM) tinggi," ujar Syamsir dalam Diskusi Energi Kita, Minggu (4/9/2016).
Di tempat yang sama, Pengamat Energi dari ITS Zainal Arifin juga berpendapat sama. Lamanya proses penunjukan karena terlalu banyak kandidat yang memenuhi syarat sebagai Menteri ESDM. Hal ini membuat Presiden lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan.
"Memang terlalu banyak yang capable, integritas, jadi memang terlalu banyak pilihan," tambah Zainal.
Seperti diketahui, dalam bursa calon Menteri ESDM terdapat sejumlah nama. Mulai dari Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pengamat ekonomi dan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri, Direktur Teknik Lingkungan Kementerian ESDM Djoko Siswanto hingga Dirjen Migas IGN Wiratmadja.
(Fakhri Rezy)