JAKARTA - Pemerintah telah melakukan lelang lima Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah. Dari lelang tersebut, pemerintah mengantongi Rp14 triliun untuk menambal kekurangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Melansir laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Kamis (11/5/2017), total penawaran yang masuk sebesar Rp24,19 triliun. Namun nominal yang dimenangkan dari kelima seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp14 triliun.
Lelang telah dilakukan pada 9 Mei 2017. Adapun surat utang yang diterbitkan adalah seri SPN03170811 (new issuance) dengan jumlah penawaran masuk Rp5,63 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp5 triliun dan rata-rata imbal hasil (yield) 4,97% yang jatuh tempo 11 Agustus 2017, SPN12180511 (new issuance) dengan jumlah penawaran masuk Rp5,36 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp2,3 triliun dan rata-rata imbal hasil (yield) 5,84% yang jatuh tempo 11 Mei 2017.
Kemudian, FR0061 (reopening) dengan jumlah penawaran masuk Rp5,12 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp2,4 triliun dan rata-rata imbal hasil (yield) 6,71% yang jatuh tempo 15 Mei 2022, FR0074 (reopening) dengan jumlah penawaran masuk Rp4,09 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp2,85 triliun dan rata-rata imbal hasil (yield) 7,52% yang jatuh tempo 15 Agustus 2032 dan seri yang terakhir FR0072 (reopening) dengan jumlah penawaran masuk Rp3,97 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp1,45 triliun dan rata-rata imbal hasil (yield) 7,82% yang jatuh tempo 15 Mei 2036.
Imbal hasil (yield) surat utang tersebut adalah 5,29% hingga 7,79%. Pemenang lelang penerbitan SUN seri FR0061 dan FR0072 pada tanggal 9 Mei 2017 akan menerima pembayaran kupon secara penuh (full coupon) atas kupon yang jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2017.
(kmj)
(Rani Hardjanti)