Swasembada Bawang Putih hingga 2019, Kementan Gelontorkan Rp5 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 03 Juli 2017 11:44 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA– Kementerian Pertanian (Kementan) akan menggelontorkan anggaran hingga Rp5 triliun untuk bisa swasembada bawang putih pada 2019. Anggaran tersebut dicairkan bertahap selama tiga tahun mulai tahun ini yaitu 2017 hingga 2019.

“Menurut perhitungan kami, untuk bisa swasembada pada 2019 paling tidak membutuhkan anggaran Rp5 triliun. Anggaran tersebut akan dicairkan bertahap selama tiga tahun,” kata Sekretaris Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Sri Wijayanti di Jakarta belum lama ini.

Menurutnya, untuk bisa swasembada, paling tidak membutuhkan lahan seluas 72.000 hektare (ha). Perhitungan tersebut dengan catatan rata-rata produksi sebesar 8 ton per ha. Angka itu diyakini akan mampu memenuhi kebutuhan bawang putih nasional sebesar 480.000 ton.

Kementan telah memetakan lima daerah sebagai sentra produksi bawang putih. Kelima daerah itu di antaranya di Sembalun (Nusa Tenggara Barat/ NTB), Temanggung (Jawa Tengah), Magelang (Jawa Tengah), Tegal (Jawa Tengah), dan Solok (Sumatera Barat). Lokasi tersebut dipilih karena merupakan sentra bawang putih.

Selain didukung keberadaan wilayah yang sesuai untuk pertanaman bawang putih dan keberadaan petani bawang putih juga menjadi nilai tambah. Diketahui, bawang putih bisa tumbuh baik di dataran tinggi 700 meter di atas permukaan laut (dpl).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah mencari dan menyiapkan lokasi yang cocok. Sudah didapat 450.000 ha lahan yang cocok untuk bawang putih. Namun, dari besarnya angka tersebut kemudian akan dipilih lokasi terbaik dalam mewujudkan swasembada bawang putih.

Selain penyediaan lahan, pemerintah juga akan membantu sarana produksi (saprodi) seperti benih dan tenaga. Untuk merangsang minat petani menanam bawang putih, nanti Perum Bulog akan diminta menyerap hasil panenan petani sebagaimana selama ini terjadi pada komoditas padi.

Terkait kebutuhan benih, Direktur Perbenihan Hortikultura Sukarman mengatakan, semua pertanaman bawang putih pada 2017 akan dijadikan benih. Benih tersebut nanti akan digunakan pada pertanaman 2018.

Begitu juga dengan pertanaman 2018 yang akan dijadikan benih untuk pertanaman 2019. Ia menegaskan, benih yang dibutuhkan sekira 800 kilogram (kg) hingga 1 ton per ha. “Utamakan untuk benih, tapi tetap melalui seleksi agar hasilnya bagus,” kata dia.

Seleksi itu akan dilakukan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Badan Karantina Pertanian, serta PT Pertani (Persero). Ditjen Hortikultura memproyeksikan sampai saat ini ada 26.000 ton benih lokal yang siap ditanam pada 2018.

“Pemerintah mengutamakan varietas lokal yang pas dengan agroklimat setempat. Sisanya akan dipenuhi dengan benih impor yang lolos uji coba,” ujar Sukarman.

Direktur Utama PT Pertani Wahyu mengungkapkan, pihaknya mendapatkan tugas dari pemerintah untuk membantu pengembangan dan penyerapan benih bawang putih dari hasil produksi petani. Target kerja sama dengan petani ini mencakup luas 1.365 ha lahan pada tahun ini. “Sudah ada 850 ha yang sudah kami ikat kontrak, sisanya 500 ha pada September- Oktober 2017 nanti,” kata Wahyu.

Diketahui, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura. Dalam beleid tersebut mewajibkan importir memproduksi bawang putih dalam negeri sebanyak 5% dari total kuota impor yang didapat selama setahun.

Berdasarkan data Kementan, Indonesia telah mampu mewujudkan swasembada bawang putih pada 1990 hingga awal 1998. Sejak saat itu, produksi bawang putih nasional terus menurun hingga sampai saat ini lebih dari 95% ketersediaannya diisi melalui importasi dari China, India, dan Mesir.

Badan Pusat Statistik mencatat impor bawang putih per April 2017 dari China mencapai 22.650 ton, sedangkan India 1.971 ton. Terjadi penurunan pasokan masuk bawang putih ke Indonesia dari China dari sebelumnya Maret 2017 sebesar 38.971 ton.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya