JAKARTA - Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan membanjirnya pelamaran ketika seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka.
Karena terlalu antusias tak jarang membuat masyarakat melakukan apapun untuk menjadi seorang abdi negara. Dari mulai menyewa joki hingga menggunakan jimat.
Baca juga: Tinjau Ujian CPNS, Menteri Asman: Yang Bisa Bantu Hanya Kemampuan, Bukan Calo!
Tak hanya itu, setiap pelaksanaan CPNS juga banyak diwarnai aksi bunuh diri dari peserta yang gagal. Yang terbaru adalah aksi bunuh diri dari seorang guru honorer di Tangerang yang diduga gagal dalam penerimaan CPNS 2017.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Media dan Antar Lembaga Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Diah Eka Palupi mengatakan, dalam pelaksanaan tes CPNS , pihaknya selalu memberikan wejangan penyemangat khususnya bagi mereka yang gagal. Nantinya, pihaknya akan mendekati peserta tersebut agar peserta yang gagal bisa segera move on.
Baca juga: Wah, Bill Clinton Ikut Seleksi Kementerian Agraria di Pekanbaru
"Yah itu sih tidak ada di SOP. Tapi seringnya panitia kalau melihat PNS yang gagal akan didekati dan diberi motivasi untuk segera move on. Ada alternatif lain mencari pekerjaan selain PNS," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (19/10/2017).
Menurutnya, bunuh diri bukanlah cara terbaik untuk melupakan kegagalan. Sebaiknya para peserta harus percaya dan berusaha agar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Baca juga: CPNS Gelombang II Masuki Tes Kompetensi Dasar , Cek Lokasinya Disini!
"Bilang jangan bunuh diri sih, enggak. Tapi paling mengingatkan jangan putus asa. Karena masih banyak jalan terbaik, termasuk tingkatkan kesejahteraan selain dari PNS," jelas Diah
"Semestinya kegagalan jadi PNS janganlah disikapi dengan bunuh diri. Tugas kita itu berusaha maksimal. Jika kita gagal, mungkin ada ketentuan terbaik Tuhan atas kita pada posisi bukan sebagai PNS. Tetap berbaik sangka pada setiap putusan yang Tuhan berikan," imbuhnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Dimas Kirana Mulya (31) tewas mengenaskan usai melompat dari lantai atas pembangunan proyek apartemen Trimitraland, Jalan Cipenggang I, Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum lama ini.
Dari keterangan polisi, korban mendatangi proyek apartemen tersebut pagi hari dengan mengendarai sepeda motor. Setelah memarkir kendaraannya di depan gerbang, pria yang tinggal di komplek Batan Indah, Setu, Tangsel, itu pun lantas masuk ke dalam gedung.
Petugas telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian beserta pihak keluarga, termasuk rekaman CCTV pada bangunan proyek apartemen. Namun belum ada kepastian dari hasil penyelidikan yang dilakukan, polisi hanya menduga jika peristiwa itu terjadi lantaran korban mengalami depresi karena gagal tes CPNS.
(Fakhri Rezy)