Dua minggu yang lalu, dia meluncurkan Razer Phone, smartphone Andriod untuk para pencinta game yang masing dijual seharga USD699. Saat ini, smartphone tersebut hanya tersedia di Eropa dan Amerika Utara. Smartphone Razer telah diantisipasi secara luas, terutama mengingat pendapatan baru-baru ini.
Dia memproduksi Razer Phone setalah mengakuisisi Nextbit, sebuah perusahaan ponsel android yang didirikan oleh mantan karyawan Google, pada Januari lalu. Selain itu, pada Oktober lalu dia membeli THX, perusahaan audio yang didirikan oleh George Lucas. Tidak berhenti sampai di situ, Razer juga mengakuisisi Ouya, sebuah platform game mobile android pada Juli 2015.
"Kami punya banyak harapan untuk tumbuh ke dalam ruang hiburan film, musik dan hal-hal seperti itu. Itu adalah sesuatu yang sangat kami sukai," katanya seperti dilansir dari Forbes.
Namun, Pada 2016, kerugian bersih Razer meningkat dua kali lipat menjadi USD59,3 juta, dibandingkan dengan kerugian bersih di tahun sebelumnya sebesar USD20,4 juta. Meski begitu, pendapatan Razer meningkat 22,5% menjadi USD392 juta selama periode yang sama.
Meski demikian, dia menilai tidak masalah jika seseorang membuang waktu demi bermain game. Menurutnya, permainan sebagai hobi tidak selalu memiliki konotasi positif. Tan mengatakan, saat orang lain melihat dia menyia-nyiakan waktu, padahal dia sedang belajar sesuatu, melakukan sesuatu yang benar-benar konstruktif untuk masa depan.
Selain itu, dia juga bukan orang yang terlalu terpengaruh dengan hasil dan metrik buatan. Di sekolah, siswa diberi tahu bahwa mereka harus lulus ujian, dan jika gagal akan menghancurkan hidup mereka. Tapi dalam skema yang lebih besar, tidak ada yang peduli meskipun Anda mendapatkan nilai 'F', itu belum tentu tercermin dalam pekerjaan yang ingin Anda lakukan.