Rupiah Diramal Tembus Rp13.600/USD di 2018, Apa Penyebabnya?

Antara, Jurnalis
Rabu 29 November 2017 16:35 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan rata-rata nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada 2018 mendatang akan mencapai Rp13.600 per USD, lebih lemah dibandingkan target pemerintah dalam APBN 2018 Rp13.400 per USD.

Ekonom Indef Eko Listiyanto mengatakan, pergerakan rupiah tahun depan akan dipengaruhi oleh kebijakan pengetatan moneter AS, serta rencana penurunan pajak oleh Pemerintahan Donald Trump.

Kedua kebijakan tersebut, lanjutnya, akan berimplikasi pada meningkatnya 'capital outflow' dan perlu diantisipasi dengan penguatan fundamental perekonomian domestik secara lebih intensif.

"Kalau AS berhasil membaik sedikit saja, kita pasti terdepresiasi," ujar Eko menjadi pembicara dalam seminar nasional "Stabilitas Tanpa Akselerasi" di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

 Baca Juga:Tak Kuasa Lawan Dolar AS, Rupiah Kembali Terkapar ke Rp13.523/USD

Dari sisi domestik sendiri, pilkada serentak 2018 dinilai akan memengaruhi persepsi investor di pasar uang terhadap stabilitas perekonomian.

Selain itu, perkembangan data-data perekonomian terutama yang berkaitan dengan risiko anggaran negara, data makroekonomi, serta data daya beli akan menentukan fluktuasi nilai tukar rupiah dari dalam negeri.

 Baca Juga: Kurs Rupiah Naik Turun ke Rp13.500/USD, Menko Darmin: Udah, Biarin Aja!

Secara umum, fluktuasi rupiah pada 2018 diprediksi akan lebih besar jika dibandingkan dengan 2017 mengingat berbagai perkembangan kebijakan ekonomi dan politik di level global, terutama kebijakan moneter dan fiskal AS.

"Target Rp13.400 per USD itu memang ada extra effort dari Bank Indonesia untuk melakukan intervensi, jika tidak, bisa lepas," ujar Eko.

Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada Rabu ini mencapai Rp13.515 per USD, menguat dibandingkan hari sebelumnya Rp13.527 per USD.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya