Australia Bakal Investigasi Facebook dan Google, Kasus Apa?

Efira Tamara Thenu , Jurnalis
Selasa 05 Desember 2017 12:44 WIB
Ilustrasi:
Share :

JAKARTA – Dampak Facebook dan Google terhadap industri media mendapat sorotan di Australia. Regulator Australia mengatakan, pihaknya telah diarahkan oleh pemerintah federal untuk menyelidiki apakah perusahaan internet berdampak buruk kepada pembuat konten dan iklan.

Industri media di Australia mengalami peningkatan akibat munculnya platform digital. Hal ini terjadi sama seperti di banyak negara lainnya. Koran-koran mengalami penurunan pendapatan iklan karena banyak perusahaan yang beralih kepada media online. Media online yang paling banyak diminati adalah Facebook dan Google, seperti dilansir dari CNN Media, Selasa (5/12/2017).

"Sebagai sektor media berkembang, ada kekhawatiran bahwa platform digital mempengaruhi kemampuan media tradisional untuk mendanai pengembangan kontennya," kata Ketua Komisi Persaingan dan Konsumen Australia Rod Sims.

 Baca Juga: Google Bayar Pajak, Bagaimana Twitter dan Facebook? Ini Kata Sri Mulyani

Juru bicara Facebook mengatakan, mereka menantikan penyelidikan menyeluruh terhadap pasar media Australia.

"Sementara berita hanyalah sebagian kecil dari konten yang dibagikan untuk layanan kami, kami menganggap peran kami di ekosistem media dengan sangat serius dan berinvestasi secara signifikan dalam produk yang mendukung penerbit," katanya.

Baca Juga: Google Bayar Pajak, Giliran Facebook dan Twitter Dikejar-kejar

Sedangkan Google belum memberikan respons atau komentar terhadap hal ini. Permintaan Australia ini hanyalah penyelidikan terbaru terhadap peran perusahaan internet global yang semakin berkembang.

Facebook dan Google mendapat kecaman di negara lain. Hal ini dikarenakan pengaruh mereka yang luar biasa di media. Para kritikus mempertanyakan upaya perusahaan teknologi untuk menyembunyikan konten yang dibagikan di platform mereka.

Di Amerika Serikat (AS), anggota parlemen bulan lalu mengumpulkan Facebook (FB, Tech30), Google (GOOG) dan Twitter (TWTR, Tech30) untuk membahas mengenai bagaimana warga negara asing menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan informasi yang salah selama pemilihan presiden tahun 2016.

Facebook mendapatkan pertanyaan mengenai iklan pertanian troll Rusia yang dibeli selama pemilihan presiden ketika berada di AS. Sedangkan Inggris telah meminta informasi terhadap setiap iklan yang dibeli oleh akun Facebook terkait dengan pemilihan umum bulan di Rusia pada Juni dan referendum Brexit tahun lalu.

Google yang berada di garis silang Kongres AS atas iklan yang dibeli Rusia di platformnya yang bertujuan untuk menyebarkan informasi yang keliru di Amerika sebelum pemilihan presiden 2016.

Di Australia, pemeriksaan tersebut difokuskan pada efek teknologi raksasa seperti Facebook dan Google terhadap persaingan pasar. Hal ini nantinya juga akan berguna untuk menguji dampak terhadap industri berita di Australia.

"Melalui penyelidikan kami, ACCC akan melihat secara dekat dampak dari platform digital pada tingkat pilihan dan kualitas berita dan konten yang diproduksi oleh wartawan Australia," kata Sims.

Dia mengatakan akan menerbitkan laporan pendahuluan dalam waktu satu tahun.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya