Australia Bakal Investigasi Facebook dan Google, Kasus Apa?

Efira Tamara Thenu , Jurnalis
Selasa 05 Desember 2017 12:44 WIB
Ilustrasi:
Share :

Di Amerika Serikat (AS), anggota parlemen bulan lalu mengumpulkan Facebook (FB, Tech30), Google (GOOG) dan Twitter (TWTR, Tech30) untuk membahas mengenai bagaimana warga negara asing menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan informasi yang salah selama pemilihan presiden tahun 2016.

Facebook mendapatkan pertanyaan mengenai iklan pertanian troll Rusia yang dibeli selama pemilihan presiden ketika berada di AS. Sedangkan Inggris telah meminta informasi terhadap setiap iklan yang dibeli oleh akun Facebook terkait dengan pemilihan umum bulan di Rusia pada Juni dan referendum Brexit tahun lalu.

Google yang berada di garis silang Kongres AS atas iklan yang dibeli Rusia di platformnya yang bertujuan untuk menyebarkan informasi yang keliru di Amerika sebelum pemilihan presiden 2016.

Di Australia, pemeriksaan tersebut difokuskan pada efek teknologi raksasa seperti Facebook dan Google terhadap persaingan pasar. Hal ini nantinya juga akan berguna untuk menguji dampak terhadap industri berita di Australia.

"Melalui penyelidikan kami, ACCC akan melihat secara dekat dampak dari platform digital pada tingkat pilihan dan kualitas berita dan konten yang diproduksi oleh wartawan Australia," kata Sims.

Dia mengatakan akan menerbitkan laporan pendahuluan dalam waktu satu tahun.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya