CEO Boeing Dennis Muilenburg juga menciptakan strategi baru dengan mengakuisisi pembuat jet dari Brasil senilai USD5 miliar. Assembly jet Boeing penuh sehingga Muilenburg ingin suku cadang dan jasa di dunia penerbangan dapat terjual lebih banyak. Dia ingin meningkatkan pendapatan jasa sebesar USD50 miliar dalam 10 tahun.
Pakar Ken Herbet dari Canaccord Genuity mengatakan, target tersebut akan sulit dicapai jika Boeing tidak melakukan akuisisi. Dalam wawancara dengan Wall Street, Muilenburg juga mengaku ingin memprioritaskan penjualan suku cadang. “Ketika kesempatan itu datang, kami siap melakukannya,” kata Muilenburg.
Pemesanan jet komersial me ning kat sebesar 37% pada tahun lalu. Sejak menjabat CEO pada pertengahan 2015, Muilenburg lebih banyak menghabiskan waktu di divisi ope ra sio nal dan keuangan. Akuisisi ini juga diperlukan untuk menadah risiko kebangkrutan. Dalam dua tahun terakhir, saham Boeing naik dua kali lipat. Boeing merupakan perusahaan asal AS yang fokus pada industri perancangan, pembuatan, dan penjualan pesawat, rotorcraft , roket, dan satelit.
Baca Juga: Kick Off di Dubai Airshow 2017, Emirates Borong Boeing Rp201,49 Triliun
Boeing juga menyediakan jasa leasing dan layanan produk pendukung. Boeing merupakan salah satu pembuat pesawat terbesar di dunia. Kantor pusat Boeing terletak di Chicago. Boeing memiliki lima divisi utama, yakni Boeing Commercial Air planes; Boeing Defense, Space & Se curity; Engineering, Operation & Technology; Boeing Capital; dan Boeing Shared Services Group. Pada 2016, Boeing mencatat rekor penjualan USD94,6 miliar, peringkat ke-24 terbesar di Fortune. Boeing didirikan pada 1916. Saat itu, William E Boeing mendirikan Aero Product Company, sesaat setelah dia dan sahabatnya Conrad Westervelt berhasil mengembangkan pesawat dengan mesin tunggal B&W.
Namanya diganti menjadi Boeing Airplane Company pada 1917 dan fokus membuat pesawat untuk militer. Selama Perang Dunia II, Boeing Airplane Company berhasil membuat sejumlah pesawat komersial seperti monoplane Model 247 dengan mesin kembar, Model 314, dan Model 307 Stratoliner. Pesawat bomber B-17 Flying Fortress dan B-29 Superfortress pabrikan Boeing juga membantu sekutu memenangi Perang Dunia II.
(Muh Shamil)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)