JAKARTA - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengunjungi Indonesia untuk mengecek persiapan pelaksanaan pertemuan IMF-World Bank Annual Meetings 2018. Namun, selain mengecek tempat tersebut, dia juga menyempatkan diri untuk berkeliling Indonesia, baik untuk memberikan kuliah umum atau untuk mengunjungi pasar ikan.
Christine Madeleine Odette Lagarde adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai Managing Director dan Chairman dari International Monetary Fund (IMF). Dia adalah orang ke-11 Eropa yang akan ditunjuk sebagai Kepala IMF.
Lahir pada 1 Januari 1956 di Paris, Prancis, dia merupakan anak dari pasangan Robert Lallouette, seorang profesor Inggris, dan Nicole, seorang guru sastra Latin, Yunani, dan Prancis. Lagarde pun menghabiskan masa kecilnya di Le Havre, bersama tiga saudara laki-lakinya.
Baca Juga: Bos IMF: Di Kehidupan Sebelumnya Saya adalah Seekor Ikan
Lagarde pun mendapatkan beasiswa American Field Service ke Holton Arms School untuk menyelesaikan gelar sarjana muda. Dia bekerja pun magang sebagai asisten kongres William Cohen di Capitol Amerika Serikat.
Lagarde memiliki gelar master dalam bahasa Inggris, undang-undang ketenagakerjaan, dan undang-undang sosial dari Paris West University Nanterre La Défense dan Institut D'études Politiques d'Aix-en-Provence.
Lagarde bergabung dengan firma hukum internasional yang berbasis di Chicago, Baker & McKenzie, dan ditunjuk menjadi ketua Baker & McKenzie di Eropa Barat. Dalam kurun waktu sembilan tahun (1981-1995), dia berada di Komite Eksekutif. Dia adalah perempuan pertama yang menjadi ketua perusahaan.
Christine Lagarde telah menempati berbagai posisi di Kementerian Prancis. Baik itu di Kementerian Pertanian atau Kementerian Perekonomian, Lagarde telah bekerja dengan tekun. Sebagai Menteri Perdagangan, dia memperkenalkan strategi pemasaran baru. Sektor teknologi adalah proyek makannya. Dia menjadi orang pertama di Prancis yang menangani kebijakan ekonomi.
Lagarde pun menjadi perempuan pertama yang menjadi Menteri Keuangan negara G8. Seorang pengacara anti-trust. Lagarde juga telah menduduki beberapa jabatan penting di Pemerintahan Prancis.
Baca juga: Bos IMF Christine Lagarde Temui Presiden Jokowi, Ini Sederet Agendanya
Dia juga menjadi perempuan pertama yang menjadi Ketua Baker & McKenzie, firma hukum internasional. Lagarde dinilai sebagai ‘Menteri Keuangan Terbaik’ di zona euro oleh Financial Times pada 2009.
Tidak berhenti sampai di situ, pada 25 Mei 2011, Lagarde mengumumkan pencalonannya sebagai kepala IMF untuk menggantikan Dominique Strauss-Kahn, yang tersandung skandal pelecehan seksual. Pencalonannya mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris, India, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, China, dan Jerman. Pencalonannya didukung oleh Pemerintah Amerika Latin, Spanyol, Kanada, dan Australia.
Pada 28 Juni 2011, dewan IMF memilih Lagarde sebagai direktur dan ketua pelaksana berikutnya untuk jangka waktu lima tahun, mulai 5 Juli 2011. Lagarde menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai Kepala IMF. Penunjukannya dilakukan di tengah intensifikasi krisis utang Eropa terutama di Yunani, dengan kekhawatiran default pinjaman.
Bahkan, Menteri Keuangan AS Timothy Geithner pun memuji bakat dan kemampuan luar biasa Lagarde yang dinilai memberikan kepemimpinan yang tidak ternilai untuk institusi yang sangat diperlukan ini, pada saat kritis bagi ekonomi global.
Lagarde merupakan seorang vegetarian dan sangat sadar kesehatan. Dia kerap berolahraga di gym, bersepeda, dan berenang. Christine Lagarde juga dianugerahi penghargaan tertinggi di Prancis, ‘Légion d'honneur’. Dia juga mendapatkan penghargaan ‘Order of Mérite Agricole’ atas kontribusinya yang luar biasa di bidang pertanian.
Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa hari lalu, Lagarde mengaku sejak kecil sangat menyukai air. Bahkan jika diibaratkan, dirinya merupakan seekor ikan ataupun cumi yang selalu berkutat dan enggan keluar dari air. "Jadi saya merupakan orang yang cinta dengan air, mungkin di kehidupan sebelumnya saya adalah seekor ikan," ucapnya.
Oleh karena itu, Lagarde mengatakan delegasi dari 189 negara anggota organisasi global itu bergembira mengadakan pertemuan di Bali, karena daerah itu merupakan destinasi wisata para pelancong dunia. Wanita asal Prancis itu mengaku para delegasi akan tinggal lebih lama di Bali untuk menikmati keindahan Pulau Dewata.
Seperti diketahui, Nusa Dua akan menjadi tuan rumah pelaksanaan sidang tahunan IMF dan Bank Dunia, 8-14 Oktober 2018. Pertemuan ekonomi dan keuangan akbar itu rencananya akan dihadiri lebih dari 15 ribu delegasi dari 189 negara di dunia.
Delegasi itu di antaranya kepala negara dari 34 negara, menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara, pelaku bisnis dan ekonomi serta delegasi lainnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)