"Saat ini Kemendikbud dan Kemenperin telah menginisiasi kerja sama antara SMK dan industri untuk menciptakan keselarasan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri yang menurut laporan, kerja sama ini sudah melibatkan 1.245 SMK dan 415 Industri," jelas Puan.
Menko PMK mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah aktif dan mendorong semakin banyak perusahaan yang terlibat dalam program untuk melakukan pembinaan terhadap SMK yang menjadi mitranya, termasuk memberikan bantuan peralatan praktik kepada beberapa SMK.
Peluncuran program pendidikan vokasi industri sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatera.
Tahap pertama dilakukan di Jawa Timur, melibatkan 50 perusahaan industri dan 234 SMK, tahap kedua di Jawa Tengah dengan melibatkan 117 perusahaan industri dan 392 SMK, tahap ketiga di Jawa Barat melibatkan 141 perusahaan industri dan 393 SMK, tahap keempat di Sumatera Utara melibatkan 117 perusahaan industri dan 226 SMK di wilayah Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau.
Selanjutnya peluncuran Program Vokasi Industri akan diteruskan secara bertahap untuk wilayah Sumatera bagian Selatan di Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung, dan Sulawesi Selatan.
Pemerintah manargetkan sampai tahun 2019, sebanyak 1.795 SMK akan dibina dan bekerja sama dengan dunia industri. Hingga kini total telah tercapai kerja sama sebanyak 1.534 SMK dengan 558 perusahaan industri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)