Saham Indah Prakasa Sentosa Tak Bergerak pada Pencatatan Perdana

, Jurnalis
Jum'at 06 April 2018 09:24 WIB
Foto: Saham Indah Prakasa Tak Bergerak (Ulfa/Okezone)
Share :

JAKARTA - Perusahaan perdagangan, transportasi, dan jasa logistik terpadu, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk hari ini resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan dengan kode saham INPS menjadi perusahaan kelima tahun yang tercatat di pasar modal tahun 2018 sehingga menambah total perusahaan di pasar modal menjadi 570.

Perusahaan melepas 150 juta saham dengan harga penawaran saham perusahaan sebesar Rp276.

Pada pembukaan perdagangan, saham INPS stagnan tidak bergerak pada level perdagangan awal. Artinya, tidak ada transaksi yang terjadi. Pun setelah beberapa lima menit saham INPS masih pada level semula.

 Baca Juga: Lepas 150 Juta Saham Lewat IPO, Indah Prakasa Incar Dana Rp41,40 Miliar

Pada pukul 09.10 JATS saham INPS berhasil melaju ke level Rp414 atau naik 50% sebanyak 138 poin.

Direktur Utama Eddy Purwanto Winata mengatakan, perusahaaan logistik memiliki prospek bisnis yang menjanjikan ke depan sebab Indonesia memiliki banyak pulau sehingga perpindahan logistik memiliki peran krusial.

"Negara Indonesia adalah negara kepulauan sehingga penyaliluran logistik menjadi hal yang penting," kata dia di Gedung BEI, Jumat (6/4/2018).

 Baca Juga: Catatkan Saham Hari Ini, Indah Prakasa Sentosa Jadi Emiten Baru

Adapun sekitar 47,64% akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Jono Gas Pejagalan, yang dimiliki oleh pihak afiliasi. Sisanya sekitar 45,12% akan digunakan untuk tambahan modal kerja.

Dengan demikian, dana segar yang akan diraih dari Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp41,40 miliar.

Perusahaan menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Serta menunjuk PT Panca Global Sekuritas dan PT Binaartha Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya