JAKARTA - PT Indonesia Asahan Alumuniun (Inalum) memastikan tidak akan melibatkan bank lokal dalam proses ambil alih 51% saham PT Freeport Indonesia. Nantinya pendanaan untuk membeli 51% saham Freeport akan berasal dari pinjaman bank asing.
Untuk meyakinkan agar bank asing mau meminjamkan uangnya, Inalum terus meyakinkan pasti induk holding BUMN tambang tersebut bisa membayarnya. Sebab, selain memiliki kantong cash yang cukup, potensi bisnis PT Freeport Indonesia juga sangatlah besar.
Head of Corporate Communication Inalum Rendy Ahmad Witular mengatakan, saat ini tambang Grasberg yang dieksplorasi Freeport Indonesia memiliki potensi bisnis yang sangat menjanjikan. Bahkan, diyakini salah satu hasil tambang yakni emas batangan yang dimiliki PTFI tidak akan habis dalam kurun waktu yang lama.
"Secara potensi bisnis tambang Grasberg sangat besar dan menurut teman-teman ahli tambang, potensi emasnya sampai tahun 2100 juga enggak akan habis," ujarnya saat ditemui di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (23/7/2018).