Direktur M Cash Integrasi, Suryandy Jahja menyampaikan, IPO NFC Indonesia merupakan langkah awal dari ekspansi bisnis exchange digital hub perusahaan tersebut. Dengan megusung konsep sharing revenue, NFCX membuka opsi kerja sama dengan berbagai pihak.
”Dengan memiliki dana IPO dan memiliki net cash lebih dari Rp300 miliar, kami tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan-pengembangan. Ke depan mungkin ada perusahaan-perusahaan juga yang akan kami akuisisi, selama in line dengan bisnis NFCX,”ujarnya.
Jahja menyampaikan, perseroan saat ini sedang terlibat dalam pengembangan sejumlah produk sehingga ada opsi untuk takeover perusahaan lain. Kendati demikian, perseroan enggan merincikan perusahaan yang nantinya akan diakuisisi NFCX. Saat ini perseroan memang tengah mengelola dua lini bisnis yaitu bursa pulsa dan aplikasi TV streaming dengan brand Oona.
Produk bursa pulsa berbentuk seperti bursa saham, di mana perusahaan dapat mengumpulkan pemasukan dari fee aktivitas perdagangan. Dimana langkah awal, NFCX akan bekerja sama dengan industri komunikasi, seperti dengan Telkomsel dan XL Axiata dan juga Indosat. Di awal tahun, perseroan telah meluncurkan bursa pulsa sejak awal 2018, namun baru diluncurkan pertengahan Juni lalu. Adapun, aplikasi streaming Oona akan diresmikan perusahaan pada semester II/2018.
(Rani Hardjanti)