JAKARTA - Pemerintah sedang mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama di Indonesia salah satunya dengan revitalisasi pendidikan vokasi secara besar-besaran.
Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyampaikan kepadanya bahwa sekolah SMK yang tiga tahun hanya mendapatkan ijazah tersebut sangat terlalu mahal. Lebih baik pakai model kompetensi.
"Misalnya untuk tahun kedua masang pondasi seperti masang air, listrik, atap. Kalau lulusan SMK punya lima standar kompetensi artinya memenuhi minimum, ini yang benar-benar dijalankan dan setelah tamat mempunyai standar kompetensi tersebut. Dan kalau drop out pun mereka masih punya sebagian standar kompetensi. Jadi kalau ijazah tok itu mahal," ujarnya di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (5/12/2018).
Baca Juga: Banyak Lulusan SMK Jadi Pengangguran, Menko Darmin: Pilih-Pilih Pekerjaan
Dia menjelaskan bahwa, Presiden Jokowi menginginkan pada tahun kelima nantinya mengedepankan sektor pendidikan. Setelah empat tahun terakhir selalu membangun infrastruktur di daerah-daerah.