JAKARTA - Perekonomian dunia saat ini lebih berfluktuasi melebihi dari perkiraan di awal tahun 2018. Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Panji Irawan.
"Dampaknya memang kita rasakan kepada ekonomi domestik melalui fluktuasi di pasar keuangan dan menurunnya kinerja ekspor yang melebarkan defisit neraca perdagangan di tahun 2018," ujarnya di Mandiri Plaza, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Baca Juga: Wapres JK: Ada 3 Hal Pokok untuk Membuat Ekonomi Lebih Baik
Namun, lanjut dia, di tengah kondisi global yang penuh dengan tantangan, perekonomian Indonesia masih mampu menunjukkan kinerja yang sangat baik.
"Hal tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan inflasi yang tetap stabil di sepanjang tahun 2018," tuturnya.
Dia menjelaskan, data terakhir menunjukkan bahwa perekonomian nasional sampai dengan triwulan ketiga tahun ini mampu tumbuh sebesar 5,2% secara year-to-date (ytd).
"Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama di tahun 2016 dan 2017 yang masing-masing sebesar 5,1% ytd dan 5% ytd," ungkapnya.
Baca Juga: Pengelolaan Anggaran Makin Baik, Fundamental Fiskal Kian Kuat
Sementara itu, tutur dia, laju inflasi dilaporkan tetap stabil. Inflasi Indonesia sampai dengan bulan November 2018 berada pada level 3,2% secara year on year (yoy) atau 2,5% ytd.
"Masih berada dalam rentang target Bank Indonesia tahun ini yang sebesar 3,5%," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)