Menko Luhut Soroti Generasi Kuntet dan Sampah

Retno Tri Wardani, Jurnalis
Rabu 27 Februari 2019 13:15 WIB
Menteri koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)
Share :

 JAKARTA - Persoalan sampah dan stunting menjadi persoalan yang terus disoroti pemerintah. Bahkan hal itu disoroti khusus oleh Menko Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan.

Hal itu dituangkan oleh Menko di laman Facebook miliknya. Dia juga menegaskan kedua persoalan itu buka persoalan partai namun tanggung jawab bersama. Berikut ini postingan Menko Luhut, seperti dikutip Rabu (27/2/2018).

Baca Juga: Menko Luhut: Kita Enggak Mau Beli Alutsista Bekas

Masalah penanganan sampah tidak ada kaitannya sama sekali dengan urusan partai A atau B, tidak ada urusannya dengan nomor urut 1, 2, atau 5. Ini adalah masalah kita bersama, dan apapun agama kita tidak ada kaitannya dengan itu.

Ini adalah urusan tanggung jawab kepada diri kita, kepada sang pencipta kita, dan yang terpenting adalah kepada generasi setelah kita. Jadi buatlah kebijakan yang betul-betul membantu masyarakat untuk menghindari generasi stunting (kuntet).

Demikian pesan yang saya sampaikan di Rapat Kerja Gerakan Indonesia Bersih di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Kamis minggu lalu.

Rapat dihadiri oleh Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menkeu Sri Mulyani, Menkes Nila F Moeloek, Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Wamen ESDM Archandra Tahar dan Menteri LHK Siti Nurbaya sebagai tuan rumah, serta para kepala daerah.

Saya berharap semua bisa bersinergi. Semua unsur masyarakat harus bergerak, tanamkan kedisiplinan kepada generasi muda, tanamkan pola pikir hidup bersih sejak dini, kita ubah budaya kita dengan Gerakan Indonesia Bersih.

Kalau kita kompak, kita pasti bisa, kalau kita tidak berbuat apa-apa, saya kira kita sudah ikut menciptakan generasi stunting Indonesia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya