JAKARTA - Pemerintah masih mengkaji kenaikan harga BBM nonsubsidi. Saat ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan rapat dengan badan usaha swasta pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mencari formulasi BBM nonsubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia.
“Menyangkut dengan harga BBM nonsubsidi, kami lagi melakukan pembahasan. Pembahasan ini sudah barang tentu melibatkan badan swasta lainnya,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 7 April 2026.
Bahlil menyampaikan bahwa saat ini perundingan masih berlangsung. Pemerintah, tutur dia melanjutkan, sedang berusaha mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana.
Bahlil mengatakan pemerintah sangat memahami kondisi masyarakat saat ini di tengah-tengah lonjakan harga minyak dunia.
Adapun harga minyak dunia jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) saat ini berada di atas 100 dolar AS per barel, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel.
“Sampai dengan sekarang, kami lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana. Tunggu sampai selesai, saya akan kabari,” ujar Bahlil.
Sementara, di tempat berbeda Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi masih dikaji.
"Itu masih dikaji," kata Airlangga saat ditemui di kantornya.
Airlangga menyampaikan, pihaknya akan mengumumkan titik terang kenaikan BBM non-subsidi bila sudah merampungkan hasil kajian.
"Jadi nanti pada waktu pengkajian selesai, nanti disampaikan ke publik," pungkasnya.