Penjualan Panca Budi Naik 24,73% Jadi Rp4,35 Triliun

, Jurnalis
Kamis 28 Maret 2019 11:53 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA – Di tahun 2018, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membukukan penjualan Rp4,35 triliun atau tumbuh 24,73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp3,50 triliun. Penjualan banyak dikontribusikan dari segmen kantong plastik sebesar Rp2,54 triliun atau 58,37% terhadap total penjualan. Adapun, segmen biji plastik berkontribusi 37,42%. Sedangkan 4,22% lainnya dari segmen lain-lain.

Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (28/3/2019), laba bersih emiten produsen kantong plastik bermerek ini tercatat sebesar Rp294,51 miliar atau tumbuh 29,25% secara tahunan. Perseroan mengungkapkan, sepanjang 2018, penjualan kantong plastik tumbuh 20,59% secara tahunan. Begitu pula, penjualan biji plastik naik 25,49% secara tahunan. Dan lain lain naik 115,86% secara tahunan.

Baca Juga: PBID Siapkan Rp250 Miliar Bangun Pabrik Baru

Beban pokok penjualan tercatat Rp3,73 triliun, naik 25,73% secara tahunan. Begitu pula, beban penjualan naik 31,50% secara tahunan menjadi Rp120,50 miliar. Beban umum dan administrasi sebesar 142,71 miliar dan pendapatan lain lain sebesar Rp32,51 miliar. Dengan demikian, laba usaha yang dibukukan PBID sebesar Rp389,05 miliar. Sementara jumlah aset perseroan pada 2018 sebesar Rp2,30 triliun, naik 26,22% secara tahunan. Jumlah liabilitas sebesar Rp751,60 miliar, naik 50,62% secara tahunan.

Kenaikan liabilitas di antaranya karena utang bank yang pada 2017 sebesar Rp129,44 miliar menjadi Rp344,76 miliar pada 2018. Adapun, jumlah ekuitas sebesar Rp1,54 triliun, naik 16,99% secara tahunan. Sebagai informasi tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan 15%. Maka guna mengejar target tersebut, perseroan akan menambah kapasitas produksi plastik foodgrade.

Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman, Lukman Hakim pernah bilang, upaya menambah kapasitas produksi plastik foodgrade dilakukan melalui pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Pemalang, Jawa Tengah. “Ke depannya, kami meningkatkan PE dan PP foodgrade. Yang di Pemalang 27.000 ton per tahun, khusus PE dan PP foodgrade," ujarnya.

Lukman menjelaskan, segmen plastik foodgrade berkontribusi sekitar 75%-80% terhadap total penjualan segmen kantong plastik. Adapun sekitar 20%-25% lainnya berasal dari plastik HDPE atau dikenal sebagai kantong kresek. Sebelumnya, perseroan memperkirakan penjualan pada 2018 telah melampaui target sebesar Rp3,91 triliun. Tercatat kapasitas produksi perseroan per Desember 2018 sebanyak 91.711 ton per tahun.

Perseroan berharap kapasitas produksi dapat bertambah menjadi 121.000 ton per tahun hingga akhir 2019. Tambahan kapasitas baru tersebut berasal dari kapasitas pabrik di Pemalang dan Johor, Malaysia yang sebanyak 4.000 ton. Untuk pabrik di Pemalang akan memiliki kapasitas 27.000 ton per tahun dan direncanakan memulai konstruksi pada kuartal I/2019.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya