Menurut Dwi, penggunaan teknologi ini memang membutuhkan waktu yang agak sedikit lama. Bahkan dirinya menyebut penggunaan atau penerapan teknologi ini diperlukan waktu kurang lebih empat tahun.
“Misalnya IDD onstream 2023 maka 2024 baru bisa memberikan pengaruh. Blok Masela misalnya, itu sekian lama baru 2026 onstream. Jadi ya seperti itu, jadi enggak ada cerita lain selain mengundang investor dan existing untuk melakukan pengeboran,” katanya.
Sebagai informasi, hasil lifting minyak dan gas bumi (Migas) pada Kuartal I 2019 sebesar 1,814 juta barel setara minyak (Barrel Equivalen per Day /BOEP), atau hanya 94,6%. Hasil ini meleset dari target APBN sebesar 2,025 juta BOEP.
Adapun lifting sebesar 1,814 juta barel setara minyak (Barrel Equivalen per Day /BOEP) terdiri dari, lifting minyak dan Kondensat sebesar 745 ribu bph (barel per hari) atau 96,1% dari target APBN 2019 sebesar 775 ribu bph dan gas sebesar 1,069 ribu BOEPD atau 93,8% dari target APBN 2019 sebesar 1,250 ribu BOEPD.
(Dani Jumadil Akhir)