Penguatan Harga Emas Berjangka Terhenti

, Jurnalis
Kamis 09 Mei 2019 08:29 WIB
Emas (Foto: Ilustrasi Reuters)
Share :

JAKARTAHarga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari pada akhir perdagangan 8 Mei 2019, karena pasar saham atau ekuitas Amerika Serikat pulih dari kejatuhan sehari sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun USD4,2 atau 0,33%, menjadi ditutup pada USD1.281,40 per ounce, dilansir dari Antaranews, Kamis (9/5/2019).

Indeks-indeks acuan Wall Street telah jatuh selama dua sesi terakhir di tengah kekhawatiran atas meningkatnya friksi perdagangan global. Pada Selasa (7/5/2019) saja, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan sekitar 500 poin.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp500/Gram

Pada perdagangan kemarin, indeks Dow menghentikan penurunannya, pulih lebih dari 100 poin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mengikuti kenaikan Dow. Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena daya tarik terhadap aset-aset safe haven, seperti emas, berkurang.

Tekanan tambahan pada emas datang dari penguatan dolar AS. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09% menjadi 97,64 tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya

Sehari sebelumnya, emas berjangka memperpanjang kenaikan moderat untuk hari ketiga berturut-turut, karena anjloknya pasar saham AS meningkatkan daya tarik terhadap aset-aset safe haven.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 6,4 sen AS atau 0,43%, menjadi berakhir di USD14,862 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD9,00 atau 1,03%, menjadi ditutup pada USD864,40 per ounce.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya