BALIKPAPAN - Kementerian Perhubungan mencatat transportasi udara selama mudik dan balik Lebaran 2019 secara nasional turun 20-30% dibanding Lebaran tahun lalu, yang disebabkan oleh sejumlah faktor.
"Walaupun secara nasional semua bandara alami penurunan angkutan penumpang, tapi ada juga bandara yang justru naik seperti di Sorong dan Bali," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti, dikutip dari Antaranews, di Balikpapan, Sabtu (8/6/2019).
Hal itu dikatakan saat dirinya meninjau Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, untuk mengevaluasi angkutan mudik dan balik
Dikatakan, penyebab turunnya penumpang angkutan udara adalah waktu liburan sekolah tahun 2019 yang tidak sama dengan tahun lalu.
Baca Juga: Cegah Antrian, Pemudik Diimbau Maksimalkan SPBU Regular
Polana menganalisis, sejumlah sekolah mengadakan ujian sekolah usai Lebaran, sehingga memungkinkan masyarakat tidak banyak yang bepergian menggunakan pesawat.
"Liburan sekolah tahun ini waktunya tidak bersamaan dengan liburan Lebaran seperti tahun lalu. Ini analisis saya," katanya.
Bukan hanya penurunan penumpang saat arus mudik dan balik, penurunan secara nasional saat arus mudik balik 29 Mei-7 Juni 2019 juga dialami oleh pergerakan pesawat yang turun 22%, kargo turun 48%, dan bagasi turun 50%.
Kemenhub, katanya, saat ini sedang mengevaluasi penyebab turunnya penumpang angkutan udara secara nasional apakah karena harga tiket mahal atau ada perpindahan menggunakan angkutan transportasi, khususnya di Pulau Jawa setelah ada tol TransJawa.
Baca Juga: Ada Diskon Tarif bagi Pemudik dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak
"Kemenhub sedang memetakan dan mengkaji semua perkembangan alat transportasi darat, laut dan udara. Dengan itu kita bisa tahu kenapa penumpang pesawat turun," katanya.
GM Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Farid Indra Gunawan mengatakan pergerakan pesawat dan penumpang di bandaranya selama periode angkutan mudik dan balik memang alami penurunan cukup signifikan.
"Salah satu penyebabnya adalah telah beroperasinya Bandara Pranoto di Samarinda, sehingga penumpang bisa langsung terbang ke Sanarinda," kata Farid.
Pesawat terbanyak yang berangkat dan pergi dari Sepingfan adalah tujuan Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.
"Kita memprediksi Bandara Sepinggan akan pulih lagi dalam lima tahun, mengingat pertumbuhan ekonomi di Kaltim bagus terutama didorong oleh minyak Pertamina," katanya.
(Feby Novalius)