JAKARTA - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lebih dari satu% pada akhir perdagangan 10 Juni 2019, karena aksi ambil untung setelah terus meningkat selama delapan sesi berturut-turut, menyusul penguatan dolar AS dan kenaikan ekuitas secara signifikan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus jatuh USD16,8 atau 1,25%, menjadi menetap di USD1.329,30 per ounce. Ini kerugian pertama dalam sembilan sesi berturut-turut, dilansir dari Antaranews, Selasa (11/6/2019).
Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,26% menjadi 96,80 tepat sebelum penyelesaian perdagangan emas.
Baca Juga: Harga Emas Cemerlang di Balik Isu Perang Dagang AS-Meksiko
Emas dan dolar AS biasanya bergerak dalam arah yang berlawanan, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Sementara itu, tolok ukur bursa Wall Street menguat terutama di tengah suasana pasar yang terangkat setelah Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Meksiko tentang masalah imigrasi yang memungkinkan negara itu menghindari tarif AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq semuanya melonjak pada perdagangan kemarin. Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena investor tidak perlu mencari aset-aset safe haven, seperti emas.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 39,2 sen AS atau 2,61% menjadi ditutup pada USD14,639 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD0,90 atau 0,11%, menjadi USD805,20 per ounce.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)