Ada Perang Dagang, AS Tetap Jadi Tujuan Penting Ekspor Indonesia

, Jurnalis
Rabu 19 Juni 2019 14:59 WIB
Pelabuhan. Foto: Shutterstock
Share :

Pemerintah juga diharapkan memiliki road map mengenai perdagangan internasional yang jelas. Road map perdagangan internasional yang jelas dibutuhkan untuk menjalankan strategi perdagangan yang tepat, terutama saat kondisi ekonomi Indonesia seperti sekarang ini yaitu terdampak perang dagang antara dua negara besar.

Pingkan memaparkan, pemerintah perlu mengoptimalkan strategi perdagangan yang sudah ada. Berdasarkan data WTO di bulan Oktober 2018, jumlah kerja sama perdagangan Indonesia mencapai 288 dengan ragam bentuk seperti bilateral maupun multilateral. Tidak jarang sebenarnya kerjasama ekonomi yang termuat dalam ini tumpang tindih satu dengan yang lainnya. Dengan adanya road map yang jelas, diharapkan pemerintah bisa mengetahui dengan jelas produk/komoditas ekspor mana yang dapat diintensifkan ke negara mitra yang memiliki pasar potensial.

“Dengan adanya road map tersebut, produsen dalam negeri juga bisa memetakan produk/komoditas apa saja yang dapat diekspor dalam jumlah besar dan ke negara mana. Momentum perang dagang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat,” tandasnya.

Indonesia dinilai memiliki peluang di tengah bergulirnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebab, Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat dalam menghadapi situasi global saat ini.

“Bagi Indonesia, sebetulnya perang dagang AS-China ini zero sum game, yang artinya tidak ada yang diuntungkan. Tetapi, di sini kita punya peluang,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya