Selain itu, penguatan dolar didorong juga oleh pengeluaran yang lebih tinggi pada kendaraan bermotor dan suku cadang, serta bahan bangunan.
Baca juga: Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp14.000 per USD
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1006 dari USD1,1069 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2424 dari USD1,2479 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6868 dari USD0,6881.
(Fakhri Rezy)