JAKARTA - CEO dan Founder Wantedly Akiko Naka mengawali kariernya sebagai pengusaha pada 2005, saat dirinya masih kuliah di Universitas Kyoto, Jepang. Naka terinspirasi sebuah buku yang dia baca tentang CyberAgent.
Baca Juga: Viral, Perhatian Pramugari Ini Bikin Netizen Terharu
Melansir dari Forbes, Selasa (24/9/2019), Naka dinyatakan lulus dengan gelar sarjana ekonomi pada 2008, dan bergabung dengan Goldman Sachs di Tokyo dan menjual saham kepada investor institusi. Setelah berkarier di bidang keuangan, Naka memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di sektor investmant bank dan mulai mencoba menulis manga atau kartun khas Jepang.
Pertengahan 2010, Naka bergabung dengan Facebook, namun tidak lama dia memutuskan berhenti dan mendirikan Wantedly. Ini merupakan aplikasi yang dapat di akses individu secara gratis dan sudah bekerja sama dengan 35.000 perusahaan Jepang, termasuk Nissan dan Sony.
Baca Juga: Catat, 20 Pekerjaan Populer di 1980 Ini Terancam Punah
Naka mengaku sering menolak wawancara yang berfokus pada perspektif wanita, karena menurutnya tidak masalah seorang wanita menjadi pengusaha dan ia tidak pernah terjebak dalam masalah wanita.
LinkedIn masih mendominasi pasar jejaring karier secara global. Hanya saja Wantedly seperti menjadi versi lainnya di Jepang, setelah mengumpulkan sekitar 2 juta pengguna dalam sejarah singkatnya. Menurut Yano Research Institute di Tokyo, industri pencari kerja dan industri rekrutmen akan terus berkembang dalam tiga tahun ke depan dengan kenaikan hingga 27% atau mencapai 500 miliar yuan (USD4,7 miliar).
Sejak terdaftar di Bursa Efek Tokyo, harga saham Wantedly telah naik tiga kali lipat dengan nilai pasar mencapai 29 miliar yen.
Berdasarkan informasi, keunggulan dari Wantedly adalah para pencari kerja dapat dimudahkan untuk memilih suatu posisi jika perusahaan setuju, lalu para pekerja tidak mengikuti wawancara kerja formal, melainkan sebuah kunjungan biasa di mana mereka dapat memeriksa perusahaan dan sebaliknya.
(Feby Novalius)