JAKARTA - Dalam rangka mendorong kemajuan ekonomi, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia (SDM), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial. Tujuh staf khusus milenial ini merupakan pemimpin perusahaan rintisan yang memiliki prestasi di bidangnya.
Salah satunya adalah Founder sekaligus CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra. Dia adalah sosok nomor satu di perusahaan yang berbasis pionir teknologi finansial peer to peer lending ini.
Baca Juga: Presiden Jokowi Main Kuis Jawab Cepat, Pilih Bubur Diaduk hingga Sneakers
"Andi Taufan Garuda Putra, umur 32 tahun, lulusan Harvard University. Bergerak di dunia entrepreneurship dan telah banyak meraih penghargaan atas inovasinya termasuk kepeduliannya terhadap sektor UMKM. Menjadi CEO di PT Amartha Mikro Fintek," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019).
Pria yang akrab disapa Taufan ini lahir di Jakarta pada 24 Januari 1987 silam. Dia merupakan lulusan Sarjana Bisnis, Institut Teknologi Bandung dan Master of Public Administration, Harvard Kennedy School. Sebelumnya, Taufan bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business Services selama hampir dua tahun.
Baca Juga:
Pada tahun 2009, Taufan meninggalkan pekerjaannya dan mendirikan Amartha dengan berbentuk microfinance atau lembaga keuangan mikro. Hal ini Dia lakukan saat melihat banyak pelaku usaha mikro di pedesaan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses finansial.
Tujuh tahun kemudian, Amartha bertransformasi menjadi tekfin p2p lending sebagai upaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan. Bahkan, tahun ini Amartha mengantongi izin usaha Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berhasil menyalurkan Rp1,6 triliun kepada lebih dari 340 ribu mitra di 5.400 pedesaan.
“Amartha berbangga dan mendukung sepenuhnya atas dilantiknya Taufan, pendiri dan CEO Amartha sebagai Staff Khusus Presiden. Berdasar pada pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan Taufan selama hampir 10 tahun di Amartha dan memajukan sektor UMKM, tentu dapat memberikan kontribusi, terobosan dan inovasi guna mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia," aku Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto melalui keterangan tertulisnya.
Lebih-lebih, Amartha menjadi tekfin dari Asia Tenggara yang mendapatkan penghargaan di SDG Finance Geneva Summit 2019 oleh United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB sebagai perusahaan yang masuk dalam kategori Growth Stage Impact Ventures (GSIV). Ini didapat berkat pencapaiannya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pertama, yaitu pengentasan kemiskinan.
(Feby Novalius)