JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan dalam seminggu terakhir. Tercatat, pada jeda siang, IHSG tercatat anjlok 223,7 poin atau 4,042% ke level 5.311.
Baca Juga: IHSG Anjlok 4%, Investor Takut Virus Korona
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, pelemahan IHSG beberapa hari ini sejalan dengan tekanan yang terjadi di berbagai bursa saham dunia yang dilatarbelakangi oleh sentimen negatif penyebaran virus korona yang semakin meluas ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
"OJK akan memperhatikan secara ketat perkembangan dan dinamika pasar saham baik global, regional maupun domestik," kata Jubir OJK Sekar Putih Djarot dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Baca Juga: IHSG Terjun Bebas, Anjlok hingga 4% ke 5.311
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyatakan, pelemahan itu utamanya dipengaruhi oleh wabah virus korona (covid-19) yang kian menyebar ke berbagai negara. Hal itu memberikan kekhawatiran bagi investor mengenai dampak ekonomi yang terjadi.
"Karena ada perlambatan ekonomi akibat virus korona. Kalau di dalam negeri sih diperkirakan defisit (APBN) semakin melebar karena korona," ujarnya kepada Okezone.
(Dani Jumadil Akhir)