Jaga Sektor Manufaktur, Impor Bahan Baku Dipermudah

Taufik Fajar, Jurnalis
Senin 02 Maret 2020 21:36 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, produksi industri manufaktur China turun sangat dalam sampai di level 35. Hal ini pasti akan diantisipasi pengaruhnya kepada sektor produksi dalam negeri.

Pasalnya, di sektor produksi bahan-bahan baku, mulai dari plastik, tekstil, alas kaki, steel atau baja, Chemical terpengaruh karena diimpor dari China. Hampir 20%-30% bahkan untuk industri tertentu mencapai 50% bahan bakunya berasal dari China.

Baca Juga: 2 WNI Kena Korona, Masyarakat Diimbau Tak Belanja Berlebihan

“Kalau China mengalami delay atau pengunduran atau penundaan produksi karena masalah Korona, pasti akan mempengaruhi kepada Indonesia. Jadi, kita juga akan lihat langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan untuk bisa mendukung percepatan impor bahan baku yang sekarang ini mungkin sudah dalam posisi agak menipis di berbagai industri manufaktur,” kata Menkeu di laman Setkab, Senin (2/3/2020).

Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua jajaran menteri untuk mempermudah impor bahan baku, contohnya seperti importir yang bereputasi tinggi (reputable importir) sekitar 500 itu. “40% dari impor kita itu mestinya dibebaskan untuk melakukan pengadaan bahan baku agar mereka tidak terhalang perizinan surat dan yang lain-lain. Pokoknya mereka impor sehingga production-nya tetap bisa berjalan secara baik,” imbuh Menkeu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya