JAKARTA - Pada masa pandemi virus corona dan ketidakpastian ini penting bagi seseorang untuk menambah pemasukannya. Salah satu caranya adalah dengan membuka usaha-usaha baru.
Ditambah lagi, untuk mencari pekerjaan pada saat seperti ini tidaklah mudah. Mengingat perusahaan kini sedang melakukan efisiensi agar keuangannya bisa stabil dan tidak tergerus covid.
Salah satu bentuk usaha yang sedang booming pada saat ini adalah makanan rumahan. Tak hanya makanan pokok seperti nasi, camilan seperti dessert box bisa menjadi salah satu pilihan untuk membuka usaha.
Baca Juga: Tak Hanya Enak, Jualan Masakan Pedas Glien Laris Berkat Interaksi di Medsos
Salah satu yang memanfaatkan momen untuk fokus pada dunia usaha adalah Owner dari bigcheese.id Hestria Maulindira. Wanita 27 tahun ini mengaku awal membuka usaha ini dari coba-coba.
Sebab saat membuka usaha cemilan ini, Hestria awalnya hanya karena diminta oleh temannya untuk dibuatkan chesee cake cup. Apalagi dirinya memang kuliah di salah satu kampus pariwisata di Kota Bandung yang tentunya sudah mempelajari resep untuk membuat chesee cake.
"Terus teman aku minta dibikinin, ya sudah akhirnya tiap bikin itu cuma PO untuk orang-orang dekat saja, orang-orang yang kenal. Yang mau sekalian, dari satu dua cupcuma segitu saja maksimal 5 cup," ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (23/8/2020).
Seiring berjalannya waktu, akhirnya dirinya mulai membuka sistem pre order (PO) setiap seminggu sekali. Karena kebetulan dirinya masih belum berani untuk menggunakan sistem stok.
Baca Juga: Bos Kopi Kenangan: Jualan Kopi Itu Kualitas bukan Fasilitasnya
Apalagi saat membuka usaha tersebut, dirinya murni menggunakan uang dari kantong pribadinya atau tanpa meminjam dana ke bank, sehingga dirinya berfikir dengan menggunakan sistem PO, risiko ruginya akan semakin kecil.
"Kalau modal enggak ada pinjaman KUR atau pinjam ke orang enggak ada karena aku pakai uang yang ada saja gitu, karena bukanya kan sistem PO,karena PO kan sudah pasti beli nih. Ibaratnya aku enggak punya risiko untuk ada ruginya. Uang ini sudah pasti terjual, karena stoknya ini sudah terjual yang PO duluan," jelas Tria.
Karena aktif dalam mempromosikan lewat Whatsapp story, barulah Tria mulai memberanikan diri untuk membuka sistem stok. Karena ketika itu, sudah semakin banyak orang yang mengetahui mengenai produk yang dijualnya.
Selain promosi, Tria juga kerap aktif untuk memberitahu kepada konsumen mengenai produk makanan yang dijual. Proses pengenalan juga termasuk mengenai bahan baku apa saja yang digunakan untuk membuat makanan tersebut.
"Kalau orang orang yang belum merantau enggak pernah merasakan kue kayak gitu mikirnya mahal. Aku sih coba saja mengenalkan pelan-pelan ini bahan yang aku pakai itu apa sih. Ini bukan keju cheddar ini krenchise loh. Keju itu macam-macam ini tuh premiumnya," jelasnya
Berkat itulah semakin banyak orang yang mengetahui mengenai produk jualannya. Apalagi setelah dirinya membuat akun Instagram khusus jualan yang membuat masyarakat semakin mengenal produknya.
"Gara-gara akunya juga mulai mengenalkan bikin Instagram, awalnya promosinya bukan pakai Instagram, karena cuma teman yang beli, akhirnya banyak aku update kaya cuma WA lumayan kenal. Dari mulai bikin Instagram baru deh mulai bikin stok," kata Tria.
Karena semakin banyak yang kenal, dirinya pun mengeluarkan produk baru yakni dessert box. Meskipun sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari, namun peluncuran produk dessert box ini baru dikeluarkan pada saat pandemi virus corona pertama kali masuk Indonesia yakni pada Maret 2020.
Dengan dikeluarkannya dessert box ini, keuntungan yang didapat pun semakin besar. Ditambah lagi, saat ini banyak masyarakat yang berdiam diri di rumah sehingga banyak mengkonsumsi cemilan lewat online atau media sosial.
"Pokoknya ngerasanya mulai sedikit-sedikit naik pas ngeluarin dessert box. Tapi aku dessert box cheese cupnya masih ada. Cuma orang-orang fokusnya ke dessert box," kata Tria
Tria pun mengaku beruntung produknya banyak yang membeli. Apalagi di tengah situasi pandemi virus corona yang mana mencari kerja sangat sulit.
"Sebelum covid ngelamar-ngelamar kerja. Iya kepotong Covid jadi tes wawancara gitu-gitu pada ditundakan, terus akhirnya enggak ada kabar sampai sekarang gitu. Alhamdulillahnya jadi lebih fokus ke jualannya," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)