Salahuddin menjelaskan penghematan yang dilakukan tidak mengurangi kualitas pelayanan dari sisi safety dan sekuriti.
“Berdasarkan survei kami 46% penumpang kami itu ada di perjalanan dinas dan urusan pendidikan. Dengan kondisi begini, saya kira semua bandara tidak hanya di Indonesia, di global juga melakukan hal yang sama,” ungkapnya.
Dia menambahkan, efisiensi waktu kerja karyawan juga dilakukan melalui penerapan sistem kerja Work From Home (WFH). “Tapi kita tetap standby sewaktu-waktu,” pungkasnya.
Efisiensi operasional BIJB sebelumnya juga mendapat arahan dari Biro Biro BUMD dan Investasi Jawa Barat di mana bandara ini sebagian besar menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
(Dani Jumadil Akhir)