JAKARTA - Perusahaan e-commerce raksasa asal Amerika Serikat (AS) Amazon melaporkan kinerja laporan keuangan di kuartal ketiga masih lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Pasalnya, perusahaan milik orang terkaya di dunia Jeff Bezos itu mampu tumbuh 37% dari sisi pendapatan. Selain itu, laba Amazon juga melonjak.
Sementara itu, pada kuartal IV Amazon memperkirakan penjualan akan mencapai USD112 miliar hingga USD121 miliar atau setara Rp1.652 triliun hingga Rp1.785 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD). Angka tersebut tumbuh 28%-38% dari tahun sebelumnya.
Perusahaan memperkirakan pendapatan operasional mencapai USD1 miliar hingga USD4,5 miliar atau setara Rp14,7 triliun hingga Rp66,4 triliun dengan asumsi sekitar USD4,0 miliar atau setara Rp59 triliun biaya terkait dengan COVID-19.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang menghabiskan lebih dari USD2 miliar atau setara Rp29,5 triliun untuk penanganan virus corona.
CFO Amazon Brian Olsavsky mengatakan bahwa bagian terbesar dari biaya ini berasal dari hambatan produktivitas yang berkelanjutan di gudang. Termasuk juga dalam menegakkan aturan social distancing, istirahat yang diperpanjang untuk pekerja, dan langkah-langkah lain untuk memastikan para pekerjanya aman.
"Ada hambatan produktivitas untuk hal-hal seperti jalur karyawan baru, jarak sosial, periode istirahat apa pun, hal-hal yang dapat kami ukur. Ini adalah perubahan dalam proses kami yang telah merusak produktivitas,” kata Olsavsky melansir CNBC, Jumat (30/10/2020).
Baca Juga: Selama Trump Menjabat, 5 Perusahaan Teknologi Ini Sahamnya Melejit
Namun, Amazon terus menjadi salah satu penerima manfaat pandemi terbesar, karena konsumen berduyun-duyun ke situs tersebut untuk membeli barang-barang penting seperti bahan makanan, dan barang-barang rumah tangga. Biaya pengiriman barang tersebut ke pelanggan naik selama kuartal ketiga, dengan biaya naik 57% dari tahun sebelumnya menjadi USD15,1 miliar atau setara Rp222 triliun
Amazon diperkirakan akan menghadapi permintaan yang lebih besar menjelang musim liburan. Apalagi para pembeli cenderung melakukan sebagian besar pembelian hadiah mereka secara online daripada melakukan perjalanan ke toko.
"Kami melihat lebih banyak pelanggan daripada sebelumnya berbelanja lebih awal untuk hadiah liburan mereka, yang hanya salah satu tanda bahwa ini akan menjadi musim liburan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata CEO Amazon Jeff Bezos dalam sebuah pernyataan.
Bezos juga memuji penciptaan pekerjaan dan perlakuan Amazon baru-baru ini terhadap pekerja gudang, yang telah menjadi subjek pengawasan dalam beberapa bulan terakhir. Amazon adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang terus meningkatkan jumlah karyawannya di tengah kemerosotan ekonomi yang lebih luas akibat virus corona.
Perusahaan sekarang menghitung lebih dari 1,12 juta karyawan penuh waktu di seluruh dunia, meningkat 50% dari tahun ke tahun. Angka itu tidak termasuk jaringan kontraktor dan pekerja sementara Amazon.
Unit komputasi cloud Amazon, Amazon Web Services, menghasilkan penjualan USD11,6 atau setara Rp171 triliun miliar untuk kuartal tersebut, naik 29% dan sejalan dengan perkiraan analis, menurut FactSet. Pendapatan operasional di segmen USD3,54 miliar atau setara Rp52,4 triliun melampaui perkiraan.
(Dani Jumadil Akhir)