JAKARTA - Pandemi virus corona mempengaruhi banyak aktivitas sosial ekonomi, khususnya sektor pariwisata. Wisata di dalam negeri terdampak besar bagi perekonomian.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi mengatakan, akibat pandemi, perekonomian Bali terkena imbasnya. Mengingat sebagian besar ekonomi Bali berasal dari sektor pariwisata dan juga Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).
Baca Juga: Wajib Tes PCR, PHRI: Hilang Mood Buat Liburan
Bahkan, pertumbuhan ekonomi Bali juga terpaksa harus mengalami minus. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali mengalami minus 12,28% di kuartal III-2020 secara tahunan (year on year/yoy).
“Seperti kita ketauhi bahwa dunia mengalami pandemi. Kita di Bali mulai Januari dan merebaknya di Maret ini yang menyebabkan ekonomi Bali. Ekonomi Bali itu sampai terjadi penurunan minus 12,28%. Itu luar biasa yang kita alami. Di mana Bali adalah Pariwisata sebagai penopang utama ekonomi Bali,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (17/12/2020).
Baca Juga: Wishnutama Singgung Besarnya Masyarakat RI yang Piknik ke Luar Negeri
Menurut Ni Luh, minusnya ekonomi Bali tidak terlepas dari tiarapnya aktivitas pariwisata. Apalagi, bandara-bandara tempat keluar masuknya wisatawan juga sempat ditutup.
“Dengan terjadinya pandemi Covid-19 dan terjadi pada Bali ini terjadi penurunan yang luar biasa. Penutupan bandara-bandara baik yang dari wisman dan wisatawan nusantara. Itu terjadi kontraksinyang luar biasa,” jelasnya.
Memang menurut Ni Luh, pada kuartal III-2020 ini mengalami sedikit kenaikan jika dibandingkan periode sebelumnya. Namun hal tersebut belum cukup mengingat kenaikannya hanya sebesar 1% saja.
“Baru mengalami kenaikan itu 1% untuk Bali,” ucapnya.
(Feby Novalius)