Di Era Biden, AS Tetap Jadi Jagoan Pasar Minyak Dunia

Fadel Prayoga, Jurnalis
Rabu 20 Januari 2021 19:34 WIB
Minyak Mentah (Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Jelang pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden Rabu (20/1/2021) waktu setempat, sejumlah pejabat negara memberikan komentar beragam. Salah satunya datang dari Menteri Energi UEA Suhail al-Mazrouei yang menyatakan bahwa AS tetap akan memiliki peranan penting dalam hal perdagangan minyak, meski nantinya Biden tak sevokal Donald Trump.

“Amerika Serikat adalah pemain utama sekarang dengan produksinya, dengan fakta bahwa industri yang dikembangkan melalui minyak dan gas serpih ini telah menciptakan banyak lapangan kerja dan menciptakan ekonomi dengan sendirinya,” kata Suhail al-Mazrouei seperti dilansir dari CNBC, Rabu (20/1/2021).

 Baca juga: Dilantik Jadi Presiden AS, Joe Biden Segera Cairkan Paket Stimulus USD1,9 Triliun

Selama ini memang Trump kerap berkoar-berkoar ihwal pendapatnya terkait perang harga minyak mentah melalui akun Twitter pribadinya. Namun, Suhail menilai Biden tidak akan mengubah posisi AS yang memiliki peran utama dan diharapkan nantinya lebih fokus pada energi terbarukan dan lebih sedikit pada minyak

"Apakah Presiden Biden dan pemerintahan baru (akan) bersuara di Twitter atau tidak, peran Amerika Serikat akan selalu penting," ujarnya.

 Baca juga: Jelang Pelantikan, Begini Nasib Kebijakan Ekonomi AS-Indonesia di Era Biden

Dia mengatakan dirinya optimis bahwa pasar minyak akan pulih sebelum pemotongan OPEC + yang berakhir pada April 2022. Kelompok penghasil minyak dan sekutunya pada April mencapai kesepakatan untuk memangkas 9,7 juta barel bersejarah per hari dalam upaya untuk mendukung harga minyak mentah setelah pandemi virus corona menghancurkan permintaan. Pemotongan akan berkurang secara bertahap hingga April 2022, ketika kesepakatan akan berakhir.

Mengingat krisis kesehatan global yang terus berlanjut, aliansi pada bulan Desember setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 500.000 barel per hari, bukan dari awal 2 juta barel per hari. Bulan ini, OPEC + setuju untuk mempertahankan produksi sebagian besar stabil, sementara Arab Saudi mengumumkan pemotongan sukarela tambahan sebesar 1 juta barel per hari untuk Februari dan Maret.

 Baca juga: Anggaran Disahkan, BLT Rp8,5 Juta Cair

Dia menyambut masih banyak cadangan barel minyak yang disimpan dan pasar belum seimbang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya