Berdasarkan hasil survei BPS di tahun 2020 menunjukkan, sebanyak 88,9% dari penerima Kartu Prakerja menyatakan keterampilan kerjanya meningkat, dan 81,2% peserta menyatakan insentif yang diterima dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kartu prakerja merupakan semi bantuan sosial, dimana insentif yang diterima dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," kata Airlangga.
Kata dia, penerima Kartu Prakerja terdistribusi secara merata dan secara proporsional di 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi di Indonesia.
“Dengan 3 Provinsi terbanyak yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI serta 3 Provinsi lain sudah bisa menjangkau Papua Barat, Papua, dan Maluku Utara,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)