JAKARTA - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak tergelincir dari level tertinggi dua bulan setelah laporan media mengatakan Amerika Serikat dan Iran telah membuat kemajuan dalam menghidupkan kembali kesepakatan yang membatasi pengembangan senjata nuklir negara anggota OPEC itu, yang akan meningkatkan pasokan minyak mentah.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, turun 75 sen atau 1,1 persen menjadi menetap di 68,71 dolar AS per barel, setelah sempat terpuruk lebih dari 2 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni, merosot 78 sen atau 1,2 persen, menjadi ditutup pada 65,49 dolar AS per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak di Tengah Harapan Pemulihan Ekonomi Eropa
Harga jatuh karena laporan bahwa duta besar Rusia untuk PBB Mikhail Ulyanov mengatakan kemajuan signifikan telah dibuat, tetapi kerugian berhenti setelah dia mengatakan di Twitter bahwa negosiator membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kesepakatan.
Jika Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap Iran, negara itu dapat meningkatkan pengiriman minyak, menambah pasokan global.
"Itu bisa menempatkan sejumlah besar minyak mentah di pasar, itulah sebabnya kami terus bergerak lebih rendah sekarang," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho.