Fakta Menteri BUMN Erick Thohir Curhat ke Deddy Corbuzier hingga Dijauhi Teman Dekat

Hafid Fuad, Jurnalis
Senin 07 Juni 2021 06:55 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)
Share :

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir sengaja datang dan berbincang dalam podcast milik Deddy Corbuzier. Erick memanfaatkan momen tersebut bercerita sisi lain pengalaman sepanjang dirinya menjabat sebagai menteri.

Hal ini cukup penting di tengah sorotan banyak kasus berat yang terjadi di BUMN sehingga obrolan santai ini juga dibutuhkan masyarakat mengenal lebih dekat sosok Menteri yang mengurusi BUMN. Berikut fakta fakta yang dikumpulkan Okezone, Senin (7/6/2021):

1. Dijauhi Sahabat Karena Sikap Profesional

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir curhat ke Deddy Corbuzier. Erick Thohir mengaku sejak menjadi menteri dia dijauhi oleh teman-temannya.

 Pengakuan tersebut dikatakan Erick saat berbincang dalam podcast bersama

"Jadi menteri bukan nambah teman, teman yang dekat aja kabur. 'Ah Erick berubah, gua minta tolong tidak dikasih'," kata Erick Thohir dalam podcast bersama Deddy Corbuzier.

Baca Juga: Minta Tambahan Anggaran Rp33 Miliar, Erick Thohir Lobi DPR

Pada kesempatan itu, Erick mengaku, dijauhi teman-temannya karena tidak mampu memenuhi keinginan mereka. "Bagaimana kita mau nolongin? Kita membuat kebijakan untuk semua, bukan buat teman," ujar dia.

Erick menegaskan, selama menjabat sebagai menteri selalu mengedepankan profesionalitas. Erick pun berusaha sebaik mungkin menjaga kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbaiki kinerja BUMN.

2. Fokus dengan Tugas dan Lupakan Inter Milan

Erick mengatakan, kini akan fokus dengan tugasnya karena amanah yang cukup berat. Erick mengatakan tidak mau out of focus apalagi beli klub bola Inter Milan. Menurut dia saat ini posisinya sebagai pembantu. "Jangan hanya siap diangkat. Tapi mesti siap dicopot," kata dia.

Baca Juga: Bersih-Bersih Dana Pensiun BUMN, Erick Thohir: Kemarin Kita Dirampok

Godaan, sambung Erick, setiap saat pasti ada, tapi bagaimana seseorang bisa menyikapi godaan tersebut.

3. Pernah Hidup Susah di Masa Kecil

Dia bercerita kalau dulu waktu kecil main biji karet sama tetangga. Biasanya kalau pulang sekolah jam 1 atau 2 saat masih SD, dia ke rumah tetangga yang punya toko buku, rumahnya di depan pasar Tebet Timur. "Kita main ke sebelah, main biji karet, maen ikan cupang. Zaman dulu kan begitu mainnya,” kata Erick.

Ia melanjutkan kala sedang bermain sewaktu kecil, tiba-tiba ada bapak-bapak, pada sore hari, dagang biji karet. “Dek mau beli biji karetnya?” cetus Erick.

Pada saat itu, Erick pun berpikir dengan keempat temannya. Dia pun berpikir jika biji karet itu dibeli semua maka bisa dapat harga yang lebih murah dan bisa dipakai buat main seminggu. Erick yang saat itu masih menginjak usia 10 tahun pun akhirnya memecahkan celengan untuk membeli biji karet tersebut.

“Sudah 4-5 hari main biji karet tangan pada sakit karena diadu terus. Pada Sabtu kami sepakat untuk menjual sisa biji karet yang dibeli sebelumnya. Kita jualan di depan sekolah, jadi jualannya dibagi dua di masing-masing pintu. Biji karet ini dijual laku meski tidak habis. Untungnya sebagian dimasukkan ke dalam celengan lagi sisanya kita beliin siomay,” tuntasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya