Laba Bersih Indorama Naik 3,5% Jadi Rp574 Miliar

, Jurnalis
Selasa 10 Agustus 2021 13:05 WIB
Laba Bersih Indorama. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) mencatatkan laba bersih sebesar USD39,95 juta atau setara Rp574 miliar pada semester I-2021. Laba bersih naik 3,57% dibandingkan priode yang sama tahun lalu USD1,08 juta.

Kemudian pendapatan bersih perseroan juga naik 44,3% menjadi USD411,52 juta atau setara dengan Rp5,91 triliun jika dibandingkan priode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat USD285,17 juta. Adapun beban pokok pendapatan dibukukan sebesar USD350,34 juta, naik 28,44% dari sebelumnya USD272,76 juta.

Laba kotor perseroan diperoleh sebesar USD61,18 juta dari semula USD12,41 juta. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Selasa (10/8/2021).

Baca Juga: OJK Pede Penghimpunan Dana Pasar Modal Lebih Besar Sebelum Pandemi

Sementara laba sebelum pajak perseroan didapatkan sebesar USD47,95 juta, naik 18,55% dari periode sama pada tahun sebelumnya yang tercatat USD257 ribu. Sedangkan total aset perseroan hingga 30 Juni 2021 mencapai USD831,28 juta, naik 8,8% dari 31 Desember 2020 yakni USD763,85 juta.

Sedangkan liabilitas sebesar USD411,44 juta, naik 6,2% dari semula USD387,37 juta dan total ekuitas naik 11,51% menjadi USD419,83 juta dari sebelumnya USD376,47 juta.

Baca Juga: Ada 740 Emiten, Pencapaian Tertinggi Pasar Modal Indonesia di Asean

Perseroan menyampaikan, wabah Coronavirus (Covid-19) yang dinyatakan sebagai pandemi pada Maret 2020 telah menyebabkan kerusakan cukup besar pada ekonomi global dan menimbulkan tantangan yang luar biasa di banyak aspek masyarakat yang menyebabkan melemahnya daya beli masyarakat, penurunan nilai investasi, gangguan rantai pasokan, perlambatan ekspor, melemahnya permintaan global, turunnya impor dan perlambatan kinerja industri.

Mengingat evolusi harian pandemi Covid-19 dan tanggapan global serta langkah-langkah yang diambil oleh otoritas terkait untuk mengekang penyebarannya, Grup melakukan penilaian dampak Covid-19 terhadap operasi Grup.

Manajemen berkeyakinan dampak Covid-19 tidak signifikan terhadap kondisi keuangan dan likuiditas Grup. Manajemen akan terus memantau perkembangan penyebaran Covid-19 dan terus berupaya untuk meminimalkan dampaknya terhadap bisnis, posisi keuangan dan hasil operasi grup.

Sebelumnya, Indorama Synthetics telah memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada entitas anak usaha, yakni PT Cikondang Kancana Prima (CKP) maksimal Rp240 miliar. Modal tersebut akan digunakan untuk pertambangan Ore pasca akuisisi. Presiden Direktur Indorama Synthetics Swaroop Baldwa menjelaskan, dengan diberikan fasilitas ini diharapkan CKP dapat memulai pertambangan Ore sehingga dengan berkembangnya usaha CKP akan memberikan kontribusi positif bagi perseroan secara konsolidasi.

“Fasilitas pinjaman ini nantinya dapat digunakan CKP untuk pembiayaan biaya pra-operasi, overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan,” jelasnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya