Pada 18 Januari 2021 dirinya dihukum 2,5 oleh pengadilan tinggi setelah terbukti bersalah. Namun belum ada setahun hukuman berjalan, Lee mendapat grasi pembebasan dari pemerintah. Pembebasannya pada 13 Agustus 2021 bertepatan dengan peringatan hari pembebasan nasional (Liberation Day) oleh pemerintah Korea Selatan.
Bukan kali pertama Lee berurusan dengan hukum. Pada Agustus 2017, Lee sempat mendekam di balik jeruji besi setelah divonis penjara selama 5 tahun atas kasus suap.
Pada 5 Februari 2018, Pengadilan banding membebaskan dan menangguhkan hukuman bagi pria yang memiliki harta bersih senilai USD12,5 miliar (Mei 2021) tersebut. Lee yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi di tengah pandemi melalui perusahaannya, masih perlu mengurus izin dari kementerian hukum di Korea Selatan.
Raksasa teknologi Samsung yang merupakan salah satu produsen gawai pintar terbesar di dunia ini sejatinya tidak memiliki dampak atas ketidakhadiran Lee dalam manajemen, kata seorang perwakilan perusahaan.
Kendati demikian, Lee punya posisi strategis yang bisa membuat keputusan proyek investasi besar di perusahaan.
Seperti di antaranya, keputusan terkait pembangunan pabrik Samsung di Amerika Serikat senilai USD17 miliar untuk memproduksi chip canggih masih menungguh kehadiran Lee. Investasi besar ini dilaksanakan di tengah minimnya pasokan chip global dan ketatnya persaingan kompetitor seperti TSMC dan Intel Corp.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)