Sebagai informasi, emiten produsen es krim ini berhasil mencatat pendapatan di semester pertama tahun ini sebesar Rp3,35 triliun atau tumbuh 13% periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,96 triliun. Disebutkan bahwa pertumbuhan pendapatan ini merupakan refleksi positif dari adanya beberapa kebijakan pelonggaran pada masa pembatasan aktivitas masyarakat di kuartal II-2021.
Pelonggaran tersebut meliputi bertambahnya jam operasional pada sektor jasa makanan, kapasitas ketentuan dine-in, pembukaan beberapa obyek wisata, serta peningkatan penetrasi distribusi perdagangan ritel (modern trade dan traditional trade) dan e-commerce memberikan kondisi kondusif pertumbuhan pada penjualan DMND.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)