Apa Itu Dropshipper dan Apa Bedanya dengan Reseller?

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis
Senin 01 November 2021 14:37 WIB
Apa Itu Dropshipper dan Apa Bedanya dengan Reseller. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Apa itu dropshipper dan apa bedanya dengan reseller sering menjadi pertanyaan para pemula yang ingin memulai bisnis. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup besar dalam sistem penjualannya.

Kedua sistem penjualan ini sama-sama cocok dilakukan oleh masyarakat yang ingin belajar terjun ke dunia bisnis. Namun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Agar tidak salah langkah, simak rangkuman di bawah ini.

Baca Juga: 7 Cara Menjadi Dropshipper Sukses di Tahun 2021

Apa Itu Dropshipper?

Dropship adalah sebuah sistem penjualan yang tidak mengharuskan penjualnya memiliki stok barang. Penjualnya disebut dengan dropshipper. Seorang dropshipper hanya perlu membuat promosi barang dan baru membuat pesanan kepada supplier saat ada pembeli.

Baca Juga: 5 Cara Menjadi Reseller Online Shop, Tanpa Ribet dan Praktis

Dengan sistem tersebut, kelebihan menjadi seorang dropshipper adalah hemat tempat, bisa dimulai dengan modal yang kecil, tidak perlu repot melakukan pengemasan barang, dan risiko kerugian tidak besar. Sistem ini akan cocok untuk para pemula yang sedang belajar bisnis.

Namun, menjadi dropshipper tentu juga memiliki kekurangan. Keuntungan yang bisa didapatkan tidak bisa terlalu tinggi karena dropshipper hanya bisa menambah harga dari yang sudah ditentukan oleh supplier. Selain itu, menjadi dropshipper juga tidak bisa mengetahui keadaan barang secara langsung dan hanya dapat mengandalkan pelanggan via internet.

Apa Bedanya dengan Reseller?

Berbeda dengan dropshipper, menjadi reseller berarti harus siap menyediakan tempat untuk stok barang. Alur penjualan seorang reseller yaitu membeli stok dalam jumlah besar kepada supplier, menyetok dan menentukan harga, membuat promosi, lalu menunggu pembeli datang. Seorang reseller juga harus siap mengemasi barang untuk dikirimkan.

Jika dilihat secara sekilas, menjadi reseller terlihat lebih ribet daripada menjadi dropshipper. Risiko kerugian yang dihadapi oleh seorang reseller pun lebih besar karena harus menyimpan stok barang. Namun, dengan begitu keuntungan yang didapatkan akan lebih besar karena pembelian dalam jumlah besar akan membuat harga barang jadi lebih murah.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya