JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Law and Economic Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan RI akan kena getahnya akibat perang Rusia-Ukraina.
Hal itu karena akan mengerek inflasi di Indonesia, dan ini dikhawatirkan menambah PR pemerintah dalam merubah APBN.
Diketahui, konflik antara Rusia dan Ukraina ini mendongkrak harga minyak dunia melonjak tembus US$ 100/barel.
Harga minyak brent melesat 2,85% menjadi US$ 100,07/barel.
BACA JUGA:Serangan Rusia ke Ukraina terbesar di Eropa Sejak Perang Dunia II
Sementara jenis light Sweet WTI melompat 3,01% menjadi US$ 94,9/barel.
"Efek dari harga komoditas minyak mentahnya sudah tembus di atas 100 us dollar per barrel ini akan meningkatkan inflasi," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (24/2/2022).