Selain itu, persiapan internal perusahaan dan market readiness untuk melihat seberapa besar peluang pasar di Bursa Efek Indonesia .
"Kemudian, yang sekarang sudah di kementerian BUMN di mana secara umum, nanti kementerian prosedurnya akan mengeluarkan daftar dan merekomendasikan itu kepada otoritas yang berwenang agar kita diperbolehkan IPO. Itu proses sekarang di kementerian BUMN sebagai pemegang saham," jelasnya.
BACA JUGA:Ada Larangan Mudik, ASDP Tutup Penjualan Tiket Penyeberangan 6-17 Mei 2021
Dalam skemanya, ASDP akan melepas sekitar 20-25% saham saat melantai ke pasar modal. Angka itu berupa perhitungan sementara manajemen.
"Ini masih indikatif, masih melakukan proses valuasi, mengejar pendapatan target tahun ini sebesar Rp3,4 triliun hingga Rp3,5 triliun tahun ini," tutur dia.
Untuk jangka panjang atau periode 2024 mendatang, perusahaan pelat merah itu juga berencana meningkatkan revenue sebesar Rp5 triliun.
Jumlah itu naik dari revenue 2019 yang tercatat hanya di angka Rp3,2 triliun.
(Zuhirna Wulan Dilla)