JAKARTA - Perkembangan teknologi dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk memperoleh keuntungan dan kemudian menyembunyikan termasuk mencuci uang hasil kejahatan itu. Pemerintah pun berkomitmen mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.
“Bahkan pemerintah melalui aparat penegak hukum bertindak tegas kepada pelaku kejahatan berkedok investasi illegal yang merugikan dan merusak kepercayaan publik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan TPPU Mahfud MD , dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) 2 Dekade Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) 2002 – 2022, di Gedung Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Jakarta, Selasa (29/3/2022).
Kegiatan dengan tema Indonesia Maju Tanpa Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme untuk Mewujudkan Sistem Keuangan yang Kuat, Berintegritas dan Berkelanjutan ini merupakan kerjasama PPATK bersama dengan seluruh pemangku kepentingan APUPPT.
BACA JUGA:Fantastis! PPATK Telah Bekukan Investasi Bodong Setengah Triliun dari 275 Rekening
“Pelaku kejahatan penipuan berkedok investasi illegal sangat merugikan, karena menurunkan kepercayaan publik terhadap upaya perbaikan iklim investasi. Pemerintah bertindak tegas terhadap tindak kejahatan itu agar tidak ada lagi anggota masyarakat yang menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan investasi,” ujarnya saat memberikan sambutan Silatnas 2 Dekade Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) 2002 – 2022.
Dalam kesempatan itu, Mahfud MD juga menyampaikan apresiasi dan selamat atas pencapaian 2 dekade gerakan APU PPT di Indonesia.
“Saya mengapresiasi PPATK atas peran aktif dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangannya selaku focal point dalam penguatan dan peningkatan Gerakan APU PPT sekaligus peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam penerapan APU PPT di Indonesia. Saya berharap sinergi dan kolaborasi antara PPATK dan seluruh pemangku kepentingan dapat mewujudkan sistem keuangan yang kuat, berintegritas, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dia berharap pada momentum yang bertepatan dengan 2 dekade Gerakan APU PPT Indonesia, seluruh komponen bangsa merapatkan barisan, memperkuat komitmen dan semangat kebersamaan dalam menghadapi dan mengatasi semua tantangan untuk dapat mewujudkan sistem keuangan yang kuat, berintegritas, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebutkan, kejahatan lingkungan atau green financial crimes yang merugikan dunia termasuk Indonesia menjadi salah satu program 2 dekade Gerakan APU PPT ke depannya.
Aktivitas pencucian uang dari kejahatan lingkungan yang bernilai sangat besar telah menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan dunia internasional, karena merusak tatanan dunia dan mengancam keberlangsungan lingkungan.
“Bapak Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus terhadap green economy yang sejalan dengan perhatian global. Peran PPATK adalah berupaya memastikan bahwa integritas sistem keuangan Indonesia tidak dikotori oleh aliran uang hasil tindak pidana yang berasal dari lingkungan hidup. Pada kesempatan ini, PPATK juga mencanangkan pencegahan dan pemberantasan TPPU yang berhubungan dengan Green Financial Crimes sebagai upaya PPATK mendukung program pemerintah untuk membangun perekonomian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tutur Ivan.